Perluas Jejaring Akademik, Pascasarjana UIN STS Jambi dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bahas Strategi Fast Track dan RPL

Berita, Kegiatan Fakultas, Kegiatan Kampus 6 menit baca 3 kali dilihat
Perluas Jejaring Akademik, Pascasarjana UIN STS Jambi dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bahas Strategi Fast Track dan RPL

YOGYAKARTA Jum’at 2 Oktober 2026 — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui kegiatan benchmarking dan penjajakan kerja sama akademik dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menggali praktik baik penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, khususnya dalam pengembangan program fast track dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta sejumlah fakultas yang memiliki program studi relevan dengan pengembangan akademik Pascasarjana UIN STS Jambi, yakni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Islam, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Rombongan Pascasarjana UIN STS Jambi dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Risnita, M.Pd., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan program studi yang akan menindaklanjuti kerja sama antarlembaga melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Risnita, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kepada rombongan Pascasarjana UIN STS Jambi. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan, melainkan bagian dari upaya memperluas wawasan, memperkuat tata kelola akademik, dan membangun kolaborasi yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi.

Menurutnya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi mitra strategis untuk bertukar pengalaman dan mempelajari berbagai praktik penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dapat menjadi referensi bagi Pascasarjana UIN STS Jambi.

“Melalui kegiatan benchmarking ini, kami ingin belajar, berdiskusi, dan menggali pengalaman UIN Sunan Kalijaga dalam mengembangkan program akademik, khususnya terkait pelaksanaan fast track dan RPL. Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ungkap Prof. Risnita.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas fakultas dalam membangun kerja sama. Kehadiran para pimpinan fakultas dan perwakilan program studi dinilai menjadi peluang besar untuk menyelaraskan kebutuhan pengembangan akademik, mengidentifikasi bidang kolaborasi, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang lebih terarah.

Dengan adanya kesamaan dan keterkaitan bidang keilmuan, Pascasarjana UIN STS Jambi berharap kerja sama yang dibangun dapat mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas dosen, serta pengembangan jalur pendidikan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A., menyambut baik kunjungan Pascasarjana UIN STS Jambi sebagai ruang untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan pascasarjana.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling bertukar gagasan mengenai inovasi akademik, pengembangan program studi, serta strategi meningkatkan akses pendidikan tinggi tanpa mengabaikan standar mutu dan ketentuan yang berlaku.

Pembahasan mengenai fast track dan RPL menjadi salah satu agenda utama karena kedua skema tersebut berkaitan erat dengan upaya mengembangkan jalur pendidikan yang lebih adaptif terhadap kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan calon mahasiswa.

Melalui forum ini, kedua institusi berkesempatan mengidentifikasi praktik yang dapat dipelajari bersama, sekaligus melihat peluang pengembangan program yang sesuai dengan karakteristik dan kesiapan masing-masing program studi.

Salah satu hal yang menonjol dalam kegiatan benchmarking ini adalah keterlibatan langsung para pimpinan fakultas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain jajaran Pascasarjana dan perwakilan program studi yang akan menjalin PKS, hadir pula para dekan yang memberikan penjelasan mengenai pengalaman fakultas masing-masing dalam pelaksanaan fast track dan RPL bagi mahasiswa program magister.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. Ali Sodiqin, M.Ag., turut menjelaskan aspek pelaksanaan program dalam lingkup fakultasnya. Pembahasan ini menjadi relevan bagi pengembangan bidang keilmuan syariah dan hukum, terutama dalam merumuskan jalur pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan akademik dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Islam, Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum., turut berbagi pengalaman terkait pengembangan pendidikan di lingkungan fakultasnya. Penjelasan tersebut memberikan perspektif mengenai peluang penerapan skema pendidikan yang lebih fleksibel dengan tetap memperhatikan capaian pembelajaran dan standar akademik.

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Misnen Ardiansyah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA., juga memaparkan pengalaman pelaksanaan program fast track dan RPL di lingkungan FEBI. Paparan ini menjadi bahan pembelajaran penting bagi pengembangan program studi ekonomi syariah dan bidang terkait di Pascasarjana UIN STS Jambi.

Keterlibatan langsung para dekan memberikan nilai tambah bagi kegiatan benchmarking karena peserta tidak hanya memperoleh gambaran umum di tingkat institusi, tetapi juga mendapatkan penjelasan dari pimpinan fakultas yang memahami pelaksanaan program di lingkungan akademiknya masing-masing.

Selain itu, keterlibatan FITK memperluas ruang pertukaran pengalaman pada bidang pendidikan dan keguruan, sehingga pembahasan kerja sama dapat menjangkau bidang keilmuan yang lebih beragam.

Setelah sambutan dan pemaparan dari kedua institusi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta menggali lebih jauh mekanisme pelaksanaan fast track dan RPL, termasuk proses penyelenggaraan, persyaratan peserta, kesiapan program studi, serta aspek penjaminan mutu akademik.

Program fast track menjadi salah satu topik penting dalam pembahasan mengenai peluang pengembangan jalur pendidikan yang lebih terintegrasi dan efisien bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademik.

Sementara itu, RPL menjadi perhatian dalam upaya memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui diskusi tersebut, Pascasarjana UIN STS Jambi berkesempatan menggali pengalaman dari tingkat universitas hingga fakultas untuk memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai peluang penerapan kedua skema tersebut.

Pembahasan juga menegaskan pentingnya kesiapan program studi, kesesuaian capaian pembelajaran, mekanisme asesmen, serta penjaminan mutu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan program. Dengan demikian, pengembangan fast track maupun RPL tidak hanya diarahkan pada perluasan akses, tetapi juga harus memastikan kualitas lulusan tetap terjaga.

Kehadiran perwakilan program studi yang akan menindaklanjuti kerja sama melalui PKS menjadikan kegiatan ini memiliki orientasi yang lebih konkret. Pertemuan tidak hanya membuka ruang komunikasi antarpimpinan, tetapi juga mempertemukan unit akademik yang berpotensi bekerja sama secara langsung.

Sinergi antara Pascasarjana UIN STS Jambi, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan fakultas-fakultas terkait diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengalaman akademik, serta inovasi penyelenggaraan program studi.

Bagi Pascasarjana UIN STS Jambi, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan mutu kelembagaan melalui pembelajaran dari perguruan tinggi lain, memperluas jejaring kemitraan, dan merancang pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Benchmarking ini bukan sekadar kunjungan, melainkan langkah strategis untuk mempertemukan gagasan, menyelaraskan kepentingan akademik, dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih produktif. Dari Yogyakarta, Pascasarjana UIN STS Jambi membawa pulang pengalaman dan peluang kolaborasi untuk terus memperkuat mutu pendidikan pascasarjana.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Pascasarjana. All Rights Reserved.