Dari Jambi ke Malang, Pascasarjana UIN STS Jambi Bidik Kolaborasi Strategis dan Praktik Unggul Pendidikan Pascasarjana

Berita 5 menit baca 4 kali dilihat

Malang, 1 Oktober 2026 — Dari Jambi menuju Malang, langkah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tidak sekadar membawa rombongan, tetapi membawa semangat untuk belajar, berkolaborasi, dan melompat lebih jauh.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan benchmarking Pascasarjana UIN STS Jambi ke Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (1/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menggali praktik pengelolaan pendidikan pascasarjana sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan program akademik, internasionalisasi, fast track, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), publikasi ilmiah, hingga penguatan program studi.

Rombongan Pascasarjana UIN STS Jambi dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Risnita, M.Pd., didampingi Wakil Direktur, Kasubbag Tata Usaha, para ketua dan sekretaris program studi, serta jajaran Pascasarjana UIN STS Jambi.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., bersama jajaran pimpinan, ketua program studi, dan staf Pascasarjana UIN Malang.

Prof. Risnita: Kami Datang untuk Studi Tiru dan Membangun Kolaborasi

Mengawali pertemuan, Prof. Dr. Risnita, M.Pd. menyampaikan bahwa kunjungan Pascasarjana UIN STS Jambi memiliki dua agenda utama, yakni mempererat silaturahmi kelembagaan sekaligus studi tiru dari pengalaman Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

“Kehadiran kami di sini tentu pertama untuk bersilaturahmi dengan Ketua PORDIPAS, kemudian kami juga ingin studi tiru dengan Pascasarjana UIN Malang. Banyak hal yang ingin kami diskusikan dan banyak hal yang ingin kami bahas. Kami mohon arahan bagaimana tindak lanjut dari MoA dan PKS ini,” ujar Prof. Risnita.

Di hadapan jajaran Pascasarjana UIN Malang, Prof. Risnita kemudian memperkenalkan satu per satu jajaran Pascasarjana UIN STS Jambi, mulai dari Wakil Direktur, Kasubbag Tata Usaha, ketua dan sekretaris program studi, hingga anggota tim lainnya.

Menurut Prof. Risnita, terdapat sejumlah program studi yang memiliki kesamaan di kedua perguruan tinggi. Kesamaan tersebut menjadi modal penting untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret.

“Kami melihat ada beberapa program studi yang sama untuk dilakukan kerja sama. Kami juga ingin membahas terkait program fast track dan RPL di Pascasarjana. Karena itu, kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ungkapnya.

Prof. Risnita juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas sambutannya yang luar biasa. Mudah-mudahan silaturahmi ini menjadi pintu untuk membangun kerja sama dan kolaborasi yang lebih luas ke depan,” katanya.

UIN Malang Buka Ruang Belajar Bersama

Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menyambut positif kunjungan Pascasarjana UIN STS Jambi.

“Selamat datang di Pascasarjana UIN Malang. Kita nanti akan sama-sama belajar dan sama-sama mengembangkan program kita,” ujar Prof. Agus Maimun.

Ia kemudian memperkenalkan jajaran Pascasarjana UIN Malang, mulai dari Wakil Direktur, ketua program studi, hingga staf.

Dalam paparannya, Prof. Agus Maimun menjelaskan sejumlah pengalaman UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengembangkan pendidikan yang terintegrasi dengan penguatan karakter dan lingkungan akademik.

Salah satu ciri yang disampaikan adalah keberadaan Ma’had. Mahasiswa program sarjana diwajibkan mengikuti program Ma’had, sementara program studi tertentu di tingkat pascasarjana juga mendapatkan pembinaan melalui lingkungan Ma’had.

Selain itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mengembangkan kerja sama internasional, publikasi internasional, serta penerimaan mahasiswa internasional sebagai bagian dari penguatan daya saing perguruan tinggi.

Fast Track dan RPL Jadi Perhatian Serius

Salah satu sesi yang mendapat perhatian dalam benchmarking adalah pembahasan mengenai fast track dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Prof. Agus Maimun menjelaskan bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan program fast track pada jenjang doktor.

“Program doktor kita sudah ada yang fast track dan ada yang menjadi doktor termuda pada usia 26 tahun,” jelasnya.

Sementara dalam implementasi RPL, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerapkannya pada program studi yang telah memenuhi persyaratan tertentu, termasuk program studi dengan status akreditasi unggul.

Menurut Prof. Agus Maimun, karakteristik peserta RPL juga menjadi perhatian penting. Sebagian mahasiswa RPL memiliki pengalaman profesional sebagai kepala sekolah maupun wakil kepala sekolah.

“Untuk RPL kita hanya untuk prodi yang unggul. Rata-rata mahasiswanya kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, jadi mereka memang benar-benar berpengalaman, minimal dua tahun,” jelasnya.

Paparan tersebut menjadi bahan pembelajaran penting bagi Pascasarjana UIN STS Jambi dalam melihat peluang pengembangan program fast track dan RPL dengan tetap menyesuaikan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan masing-masing program studi.

Dari Benchmarking Menuju Langkah Nyata

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog, tanya jawab, dan diskusi interaktif antara kedua institusi.

Berbagai persoalan strategis dibahas, mulai dari pengelolaan program studi, pengembangan akademik, internasionalisasi, publikasi ilmiah, pengembangan mahasiswa internasional, fast track, RPL, hingga peluang kerja sama antarprogram studi.

Pertemuan ini memperlihatkan bahwa benchmarking bukan sekadar aktivitas untuk melihat dan membandingkan praktik kelembagaan, tetapi dapat menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan merumuskan peluang kolaborasi.

Bagi Pascasarjana UIN STS Jambi, kunjungan ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu akademik, serta memperluas jejaring kerja sama.

Dari Jambi ke Malang, semangatnya bukan sekadar datang dan melihat. Pascasarjana UIN STS Jambi datang untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, dan membawa pulang gagasan untuk terus bergerak maju.

Benchmarking hari ini, kolaborasi esok hari.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Pascasarjana. All Rights Reserved.